Sabtu, 09 Januari 2016

SEJARAH DESA SIDOMULYO

 Desa sidomulyo merupakan desa yang terletak di kota demak 3km purwodadi. Desa yang di himpit antara desa kebun dalem dan dukuh sumur. Desa sidomulyo memiliki tiga dusun yaitu;
1.Dusun brangkal
2.Dusun Sore &
3.Dusun Sampit
Awal adanya desa sidomulyo. Zaman dahulu di desa sidorogo banyak orang yang sakit dan meninggal akibat penyakit,kemudian desa itu sepi hanya ada beberapa orang yang masih menempati desa tersebut, Datanglah seorang kakek yang bernama MIRON dan tiba-tiba dia menyembuhkan orang yang sakit di desa tersebut.Akhirnya orang-orang yang sakit itu bisa sembuh, senanglah para warga sidorogo, Setelah kakek itu menyembuhkan warga sampe total selama dua hari kakek itu berpesan agar nama desa di ganti dengan "SIDOMULYO", dan akhirnya para penduduk sidorogo mengubah nama desanya menjadi desa SIDOMULYO. Desa itu bertempatan di dekat kolam renang Polaris Pool,tempatnya dekat dengan bendungan kali jajar. Kira-kira dengan letak desa sidomulyo antara 100km.             
                 Desa sidomulyo adalah desa yang paling kami cintai, dan banggakan karena pada tanggal 5 Januari-20 Febuari di tempat ini kami melaksanakan Kuliah Keja Nyata sebanyak 10 orang dalam satu tim. Tempat ini berada di kecamatan wonosalam kabupaten Demak. Desa yang sangat damai karena penduduknya sangatlah ramah dan baik hati. Masyarakat di desa sidomulyo sangatlah ramah–ramah kepada semua orang menghargai sistem kekeluargaan yang ada pada lingkungan .   
                Perbedaan  masyarat  sidomulyo dengan masyarakat kota demak. Masyarakat sidomulyo adalah masyarakat yang lebih dominan ke lingkunganya atau peduli terhadap daerah sekitarnya. Saling ketergantungan satu dengan yang lain, saling membantu terhadap orang lain ,bertanggung jawab saling gotong royong. Saat ini desa Sidomulyo dijabat oleh lurah sementara bernama Bapak UMAR. Lurah ini sangatlah peduli terhadap masyarakatnya  dan mau mendengan keluhan–keluhan  yang di sampaikan oleh warga atau masyarakat setempat. Berbeda dengan masyarakat kota demak, penduduk atau warganya tidak pernah memperdulikan lingkungan sekitarnya. Dominan orangnya lebih mementingkan diri sendiri contoh di waktu ada pengajian di masjid, orang-orang  desa pada menghadiri  pengajian itu. Tapi kalau ada pengajian di kota cuman sebagian orang yang menghadirinya. Pergaulanya juga berbeda antara  desa dan kota.